Penyesalan pasti datangnya di akhir, karena kalau di awal namanya pendahuluan. Yup, bisa jadi pernyataan tersebut termasuk dark jokes untuk beberapa case tertentu. Penyesalan bisa jadi hal yang sangat buruk jika tidak bisa dijadikan pelajaran yang paling berharga. Dijadikan sebagai alarm paling keras yang ada dalam diri sendiri.
Salah satu penyesalan saya sebagai remaja yang masih tergolong dalam usia produktif adalah belum memiliki pasif income, Investasi. dan sebagainya. Disamping banyaknya alasan (ba...bi...bu...) dengan berbagai macam drama kehidupan. Seperti, alasan mencari jati diri justru membuat saya stuck di satu titik dan tertampar dengan kenyataan bahwa saya memang tertinggal.
Eits, tunggu dulu. Tahan reaksi negatif untuk pernyataan pada kalimat terakhir di atas. Boleh sekali anda tidak suka dengan istilah kata "tertinggal". Untuk sebagian orang yang berprinsip bahwa hidup bukanlah perlombaan. Tetapi nyatanya fase dunia ini penuh dengan persaingan sengit baik dalam segala aspek. Jika perlombaan dibatasi waktu, bahkan usia pun dibatasi waktu yang tidak seorangpun tahu. Lantas, sampai kapan terus menyia nyiakan anugerah usia ini?
Sebelum menjadi kaya, selayaknya menjadi orang sederhana namun tetap bisa berlatih mengatur finansial. Jika diberi rezeki sekian saja sudah bisa mengatur finansial dengan baik dan sehat. Maka kemungkinan besar orang tersebut sudah dikatakan sukses secara finansial entah berapapun rezeki yang didapat.
Tamparan penyesalan itu membawa saya mengenal ilmu finansial baru yang diajarkan oleh kebudayaan Jepang. Ilmu mahal tersebut bisa didapatkan dengan sangat murah melalui sebuah buku karangan AE Zen yang berjudul "KAKEIBO; SENI CERDAS FINANSIAL ALA JEPANG AGAR UANG ANDA TIDAK HABIS TERBUANG". Apakah anda termasuk salah satu pembacanya? Bagaimana kesan pertama anda membaca buku tersebut?
Komentar
Posting Komentar