Langsung ke konten utama

"SENI CERDAS FINANSIAL VERSI NIPPON"

Penyesalan pasti datangnya di akhir, karena kalau di awal namanya pendahuluan. Yup, bisa jadi pernyataan tersebut termasuk dark jokes untuk beberapa case tertentu. Penyesalan bisa jadi hal yang sangat buruk jika tidak bisa dijadikan pelajaran yang paling berharga. Dijadikan sebagai alarm paling keras yang ada dalam diri sendiri. 

Salah satu penyesalan saya sebagai remaja yang masih tergolong dalam usia produktif adalah belum memiliki pasif income, Investasi. dan sebagainya. Disamping banyaknya alasan  (ba...bi...bu...) dengan berbagai macam drama kehidupan. Seperti, alasan mencari jati diri justru membuat saya stuck di satu titik dan tertampar dengan kenyataan bahwa saya memang tertinggal. 

Eits, tunggu dulu. Tahan reaksi negatif untuk pernyataan pada kalimat terakhir di atas. Boleh sekali anda tidak suka dengan istilah kata "tertinggal". Untuk sebagian orang yang berprinsip bahwa hidup bukanlah perlombaan. Tetapi nyatanya fase dunia ini penuh dengan persaingan sengit baik dalam segala aspek. Jika perlombaan dibatasi waktu, bahkan usia pun dibatasi waktu yang tidak seorangpun tahu. Lantas, sampai kapan terus menyia nyiakan anugerah usia ini? 

Sebelum menjadi kaya, selayaknya menjadi orang sederhana namun tetap bisa berlatih mengatur finansial. Jika diberi rezeki sekian saja sudah bisa mengatur finansial dengan baik dan sehat. Maka kemungkinan besar orang tersebut sudah dikatakan sukses secara finansial entah berapapun rezeki yang didapat. 

Tamparan penyesalan itu membawa saya mengenal ilmu finansial baru yang diajarkan oleh kebudayaan Jepang. Ilmu mahal tersebut bisa didapatkan dengan sangat murah melalui sebuah buku karangan AE Zen yang berjudul "KAKEIBO; SENI CERDAS FINANSIAL ALA JEPANG AGAR UANG ANDA TIDAK HABIS TERBUANG". Apakah anda termasuk salah satu pembacanya? Bagaimana kesan pertama anda membaca buku tersebut? 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"A SPECIAL FEELING FROM AN EDUCATOR"

Hello. I am an English language educator for several recent years. I'd like to share my little experience while being an English language educator in non-formal educational field especially for English as a Foreign Language (among Children to teenager) or we may call it between elementary school to college students level.  Abviously, teaching English for Intermediate and beginner level students are very different approach. On Intermediate level students, I really excited to teach them like being their best friends on this modern era. They can sharing anything happened on they life, I also can motivate them to upgrade their English skill through delivering their stories. Meanwhile, on teaching the beginner level students I have to be their best friend too, but I have to back on my childhood era. I have to keep my childhood imagination, I have to make some jokes and create the role play with them while teaching and learning process runnig. Children are easy to be bored. So I have to ...

"Kampung Inggris Versi Indonesia"

Setiap pagi suara getaran kencang sudah terbiasa menjadi alarm pembangun tidur yang kurang sopan di telinga, tentunya berasal dari kendaraan-kendaraan besar pengangkut muatan yang melalui sekitar jalan raya kecamatan kediri, Pare, Jawa Timur.  Yup, kali ini adalah cerita pengalaman menimba ilmu di Kampung Inggris versi negara Indonesia yaitu terletak di kecamatan Pare, Kediri, Jawa Timur. Dikenal sebagai sebutan kampung Inggris karena memang digandrungi oleh pendatang dari berbagai wilayah di Indonesia dari Sabang sampai Merauke demi menimba ilmu bahasa yang difasilitasi beberapa lembaga Bahasa di sana. Bahkan kini adapula julukan kampung Arab di sana yang tidak lain alasannya pun tidak jauh karena banyaknya lembaga pembelajaran bahasa arab di kampung tersebut.  Metode pembelajaran yang dipakai tidak jauh dengan metode pembiasaan pengayaan bahasa sehari-hari layaknya di pondok pesantren Modern. Di sana terdapat banyak sekali pilihan lembaga kursus bahasa dengan keunggulan dan ...

"Bisnis Mikro ini Viral Kembali"

Saat ini usaha mikro manik-manik mulai dari supplier, produsen, sampai reseller kembali marak digandrungi oleh masyarakat kawula muda hingga dewasa. Beberapa acara pagelaran seni modern seperti konser Taylor Swift menjadi ajang yang menghasilkan banyak pengaruh perekonomian terhadap usaha mikro seperti pengrajin manik-manik. Selain bisa dijadikan sebagai salah satu psikoterapi. Kegiatan kerajinan tangan dari manik-manik juga bisa menghasilkan cuan. Jika satu buah hasil karya manik-manik seperti cincin, gelang, dan gantungan Handphone memang menghasilkan untung yang terbilang kecil. Namun jika request order dan permintaan masyarakat semakin tinggi, tak heran juga bila ada pengusaha manik-manik yang layak dikategorikan sebagai pengusaha sukses.  Banyak sekali kisah pengusaha sukses yang bermula dari hobi biasa. Salah satunya hobi sebagai pengrajin manik-manik seperti Patricia, Meisya Aulia Putri, Titis Widya Ningrum dan masih banyak lagi yang dapat ditemukan di jejaring sosial. ...