Saat ini usaha mikro manik-manik mulai dari supplier, produsen, sampai reseller kembali marak digandrungi oleh masyarakat kawula muda hingga dewasa. Beberapa acara pagelaran seni modern seperti konser Taylor Swift menjadi ajang yang menghasilkan banyak pengaruh perekonomian terhadap usaha mikro seperti pengrajin manik-manik.
Selain bisa dijadikan sebagai salah satu psikoterapi. Kegiatan kerajinan tangan dari manik-manik juga bisa menghasilkan cuan. Jika satu buah hasil karya manik-manik seperti cincin, gelang, dan gantungan Handphone memang menghasilkan untung yang terbilang kecil. Namun jika request order dan permintaan masyarakat semakin tinggi, tak heran juga bila ada pengusaha manik-manik yang layak dikategorikan sebagai pengusaha sukses.
Banyak sekali kisah pengusaha sukses yang bermula dari hobi biasa. Salah satunya hobi sebagai pengrajin manik-manik seperti Patricia, Meisya Aulia Putri, Titis Widya Ningrum dan masih banyak lagi yang dapat ditemukan di jejaring sosial.
Apakah kamu juga termasuk dari pengrajin manik-manik? Hal menarik apa yang mendorongmu sampai ingin terjun dalam usaha tersebut? Sampai saat ini sejauh mana usahamu sudah berkembang?
Sejenak, teringat kata-kata bijak "Orang tuamu bukanlah sumber dana daruratmu. Anakmu bukanlah sumber dana pensiunmu. Berusahalah menciptakan kekayaan dari dirimu sendiri".
Komentar
Posting Komentar